Senin, 22 Juli 2013

Marketing Strategic untuk Bisnis Kuliner

Setiap bisnis punya strategi masing-masing dalam menentukan pasar, memperluas pasar yang bertujuan untuk meningkatkan omset. Tanggal 8 – 10 Februari 2013 yang lalu, saya mendampingi Ibu Santi (Pimred Majalah Pengusaha Indonesia) di Balikpapan Kalimantan Timur, kami meliput 6 usaha kuliner di Balikpapan, yaitu Rumah Makan Torani, Warung Pondok Boy, Pondok Mantau Sapi Lada Hitam, Vanda Klappertaart, Abon Kepiting dan Pondok Terlarang.
 Dari keenam usaha kuliner tersebut masing-masing punya keunikan dalam hal marketing, baik dalam menentukan pangsa pasar maupun cara memasarkannya, berikut pengamatan saya :
1. Rumah Makan Torani
Jenis masakan Sea Food, dengan menu andalan Bandeng Tanpa Duri, Pepes Kepiting, dan Steam Boat.
a. Pangsa pasar : 

  • Keluarga, umum, menengah ke atas

b. Service / Marketing unik : 

  • Mengandalkan menu utama, kepiting, Bandeng Tanpa Duri dan Pepes Kepiting.
  • Menempatkan supervisor tiap shift yang bertugas mendampingi tamu untuk melayani mereka dengan lebih maksimal
  • Mempersilakan para konsumen untuk mengambil sendiri (self service) untuk nasi putih, sayur,  dan lalap-sambal.
  • Menyediakan aquarium air laut untuk memamerkan ikan-ikan hidup sehingga bisa menjadi sarana hiburan dan pengetahuan bagi pengunjung khususnya anak-anak.

c. Cara memperluas pasar dan memperbesar omzet : 

  • Dengan menambah luas bangunan hingga mampu menampung pengunjung sampai dengan 450 orang.
  • Melayani  catering dan nasi kotak untuk acara kantor dan keluarga.
  • Melayani pesan antar untuk oleh-oleh (kepiting, Bandeng Tanpa Duri, Pepes Kepiting).
  • Membuka peluang kemitraan di beberapa kota seperti Kalimantan Selatan (Banjarbaru dan Batulicin), Kalimantan Tengah (Sampit), Jawa Timur (Pandaan)
  • Berpromosi melalui website, social media  seperti twitter, facebook, Blackberry Messanger


2. Warung Makan Pondok Boy
a. Jenis makanan - minuman :

  • Makanan berat seperti Kepiting Jontor,  Sup Ceker Ayam, Nasi Kare Boy
  • Minuman Saraba (minuman khas Sulawesi Selatan), Kopi Lotong (kopi hitam), Es GeBOY (Es Buah) 

b. Pangsa pasar :

  • Umum, Anak Muda

c. Service/Marketing unik : 

  • Menampilkan poster-poster unik dari berbagai bahasa di Indonesia (Jawa, Banjar, Bugis, Madura) dan Bahasa asing (Inggirs, India, Italiano).
  • Menggunakan satuan harga triliunan.
  • Menampilkan musik akustik + humor + sulap

d. Cara memperluas pasar dan meningkatkan omzet : 

  • Melayani catering nasi kotak.
  • Melayani pesan antar dan kepiting jontor sebagai oleh-oleh khas Balikpapan dan bisa dibawa keluar kota, 
  • Berpromosi melalui website, social media seperti twitter, facebook, Blackberry Massanger


3. Pondok Mantau Sapi Lada Hitam :
a. Jenis makanan :

  • Mantau + Sapi Lada Hitam

b. Pangsa pasar : 

  • Menengah ke atas, oleh-oleh khas Balikpapan

c. Marketing unik : 

  • Mencari celah oleh-oleh makanan dengan harga di bawah Rp. 100.000,-

d. Cara Memperluas Pasar/Menambah omzet : 

  • Menjual oleh-oleh khas Balikpapan lainnya seperti souvenir dan kaos
  • Melayani pesan-antar. 
  • Melayani perusahaan catering dan wedding organizer untuk acara pernikahan. 
  • Membuka outlet di Bandara Sepinggan Balikppaan sebagai oleh-oleh khas Balikpapan
  • Berpromosi melalui website, social media seperti twitter, facebook, Blackberry Messanger

4. Vanda Klappertaart :
a. Jenis makanan : 

  • Klappertaart

b. Pangsa pasar : 

  • Menengah ke atas.
  • Orang-orang yang berasal dari Sulawesi Utara atau orang yang pernah ke Sulawesi Utara

c. Marketing unik : 

  • Menggunakan website dan social media  seperti Twitter, facebook, Blackberry Massanger, sebagai media promosi
  • Menggalang komunitas De Bakoel di Balikpapan, yaitu komunitas pengusaha kuliner di Balikpapan
  • Mengadakan lomba dan bazaar

d. Cara memperluas pasar : 

  • Menyediakan layanan pesan-antar, sebagai oleh-oleh walaupun bukan khas Balikpapan
  • Menambah menu makanan dan minuman seperti bubur manado, sop buah+ice cream, 

5. Abon Kepiting :
a. Jenis makanan :

  • Abon Kepiting, Amplang Kepiting, Stick Kepiting dan Udang

b. Pangsa pasar : 

  • Menengah ke atas, tamu yang berkunjung ke Balikpapan, sebagai oleh-oleh khas Balikpapan

c. Marketing unik : 

  • Menggunakan mobil Van yang full sticker bonting (Abon Kepiting)

d. Cara memperluas pasar dan meningkatkan omzet : 

  • Membuat outlet dan menerima makanan lain selain berbahan baku kepiting, seperti rumput laut, udang, cumi, ikan belida.
  • Membuat kemasan yang menarik dan membuat paket oleh-oleh gabungan dari beberapa produk, seperti abon kepiting, amplang dan produk lainnya. 


6. Pondol Terlarang  :
a. Jenis makanan - minuman : 

  • Sup Buah, Es Duren, Nugget Pisang, Tahu Ranjau, Ayam Lalapan

b. Pangsa pasar :

  • Umum, anak muda, semua kalangan (bawah-atas)

c. Marketing unik : 

  • Menggunakan nama-nama unik  seperti Sop Buah Quldi, PSK (Pisang Susu Keju), Ayam Kampus (untuk Ayam Goreng Lalapan)
  • Menggunakan kalimat-kalimat unik misalnya Sop Buah Quldi, HARAM dinikmati sendiri, Dilarang beli (yang tidak punya uang)

d. Cara memperluas pasar : 

  • Membuka peluang kemitraan di Kalimantan Timur dan di luar Kalimantan Timur (sudah 14 mitra)
  • Presentasi dan mengadakan workshop kemitraan untuk mempromosikan produk-produk Pondok Terlarang


Dari beberapa contoh di atas, kita belajar untuk bisa menentukan strategi apa yang cocok kita terapkan untuk usaha kita, baik untuk mengatasi kendala lokasi, persaingan pasar, persaingan harga, atau persaingan produk


Gunawan Ardiyanto
(Founder AGOEN Consultant)
0812.5482.1988
Pin BB 284A4499
@agoen_consult


0 komentar:

Poskan Komentar

Dapatkan Buku-buku Karya Gunawan Ardiyanto......Klik disini!